Benarkah Susu Nutren Junior Ampuh Cegah Stunting Pada Anak?

Benarkah Susu Nutren Junior Ampuh Cegah Stunting Pada Anak?

admin
admin
February 8, 2021

Tumbuh kembang anak selalu jadi ‘tontonan’ paling mengesankan bagi setiap orang tua. Tak hanya berpusat pada perkembangan pola pikir atau penambahan bobot saja, namun juga tinggi anak itu sendiri.

Tinggi anak diklaim mampu menunjukkan cukup atau tidaknya nutrisi pada anak. Seperti yang kita ketahui, kekurangan nutrisi  susu Nutren Junior dan ragam asupan lain bisa sebabkan stunting.

Tanda Anak Mengalami Stunting

Seorang penderita stunting akan mendapati dirinya mengalami beberapa tanda berikut:

  1. Perawakan tubuh lebih pendek dari anak-anak lain seusianya.
  2. Berwajah lebih muda dibanding anak seumuran.
  3. Lambatnya pertumbuhan gigi anak.
  4. Berat badan tidak naik. Bahkan dalam beberapa kasus, anak cenderung mengalami penurunan berat badan.
  5. Mudah terserang berbagai penyakit akibat infeksi.
  6. Performa yang buruk pada kemampuan memori dan fokus belajar anak.

Dampak Stunting Pada Anak

Secara garis besar, stunting diartikan sebagai gagal tumbuh sebab akumulasi ketidakcukupan gizi yang berlangsung cukup lama sejak kehamilan hingga usia anak mencapai 24 bulan. Sehingga, kondisi tersebut diyakini akan mempengaruhi perkembangan sekaligus pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Salah satu dampak stunting dalam jangka pendek ialah terganggunya sistem metabolisme, perkembangan otak, kecerdasan, serta gangguan lain pada pertumbuhan fisiknya.

Adapun dalam jangka panjang, kekurangan gizi akan bereaksi pada penurunan kemampuan perkembangan kognitif otak anak, resiko penyakit jantung, pembuluh darah, melemahnya kekebalan tubuh, timbul resiko penyakit metabolik layaknya obesitas, hingga kesulitan untuk belajar.

Bahkan dalam sejumlah kasus, saat mencapai usia dewasa, anak bertubuh pendek akan mempunyai tingkat produktivitas rendah dan sulit bersaing dengan lawan seusianya dalam dunia kerja.

Sementara bagi anak perempuan yang mengalami kondisi stunting, mereka beresiko mendapati masalah pada kesehatan dan perkembangan keturunannya ketika dewasa kelak. Umumnya, hal seperti ini terjadi pada wanita dewasa dengan tinggi badan kurang dari 145 cm yang disebabkan stunting di masa kecil.

Mengingat, ibu hamil maternal stunting/bertubuh pendek di bawah rata-rata, dimungkinkan akan mengalami perlambatan aliran darah ke janinnya serta pertumbuhan rahim dan juga plasenta. Bukan jadi hal mustahil, kondisi ini bisa jadi akan memberikan dampak buruk pada bayi yang dilahirkannya.

Tak hanya itu, bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu penderita stunting juga beresiko mengalami komplikasi medis serius. Malah, pertumbuhannya bisa terhambat. Guna menghindari resiko stunting pada anak, orang tua bisa memberikan susu formula sebagai pelengkap nutrisi anak.

Susu Nutren Junior misalnya, dengan kandungan 50% whey protein serta asam amino esensial, susu ini diklaim mempunyai peran untuk mendukung perkembangan otak anak. Susu yang juga dilengkapi dengan omega 3, 6, dan DHA ini bisa diberikan pada anak dengan range usia 1 hingga 10 tahun.

admin
Parenting